Respect The Planet Earth

Berkelana ke Negeri Seberang

  • KKL BROMO - BALI
  • KKL Dieng - Cilacap
  • Kabupaten Pangandaran
  • Kabupaten Pangandaran
  • KKL Dieng - Cilacap
  • Observasi Lapangan
  • Geo Track
  • Geo Track
  • KKL Dieng - Cilacap
  • Touring Garut
  • Touring Garut
  • KKL Dieng - Cilacap
  • KKL Dieng - Cilacap
  • KKL Bromo - Bali
  • KKL Bromo - Bali
  • KKL Bromo - Bali
  • KKL Bromo - Bali
  • KKL Lembang - Bandung
  • KKL Bromo - Bali
  • KKL Bromo - Bali
  • KKL Bromo - Bali
  • KKL Karangsambung
  • KKL Bromo - Bali
  • KKL Bromo - Bali
  • Wisata Religi Cirebon
  • Wisata Religi Cirebon
  • Studi Obsevasi Wisata Adat & Budaya
  • KKL Dieng - Cilacap
  • Rekreasi - MTs Mathlab
  • Rekreasi - MTs Mathlab
  • MTs Mathlabussa'adah
  • MTs Mathlabussa'adah
  • Bandung
Rabu, 16 September 2026 0 komentar

Ketika Karnaval Berubah Menjadi Polemik: Belajar dari Fenomena di Pekalongan

Ketika Karnaval Berubah Menjadi Polemik: Belajar dari Fenomena di Pekalongan

Oleh: Alma Arif Iqbal Nurulhakim

https://www.instagram.com/p/DdQpDHRoOog/?stkn=MWtsaWo5NXpqa2hzZw==
Sumber Gambar  : https://www.instagram.com/p/DdQpDHRoOog/?stkn=MWtsaWo5NXpqa2hzZw==


Sebagai seorang guru IPS, saya cukup sering mengajak peserta didik untuk melihat berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat.

Bagi saya, IPS bukan hanya berbicara tentang peta, penduduk, ekonomi, sejarah, atau interaksi sosial. IPS juga mengajarkan kita untuk membaca masyarakat.

Apa yang sedang terjadi?

Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Apa dampaknya?

Dan yang tidak kalah penting, nilai apa yang dapat kita ambil dari sebuah fenomena sosial?


Belakangan ini perhatian saya tertuju pada sebuah fenomena karnaval di Pekalongan yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Namanya Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026.

Kegiatan tersebut pada awalnya merupakan bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat, termasuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal. Namun, sebuah penampilan dalam karnaval tersebut kemudian menjadi sorotan karena menampilkan visual, kostum, properti, dan adegan yang oleh banyak orang dinilai memiliki nuansa atau simbol yang menyerupai ritual satanik.

Saya melihat potongan videonya.

Jujur, sebagai orang yang hidup di lingkungan masyarakat yang cukup dekat dengan tradisi keagamaan, tentu muncul pertanyaan dalam pikiran saya:

Mengapa simbol seperti itu bisa hadir dalam sebuah acara masyarakat yang memiliki latar belakang kegiatan keagamaan?

Apakah memang benar itu merupakan ritual satanisme?

Atau hanya sebuah pertunjukan seni yang menggunakan simbol-simbol tertentu tanpa memahami maknanya?

Pertanyaan kedua ini penting.

Sebab, berdasarkan penjelasan dari pihak peserta, mereka mengaku tidak memahami makna satanic dari kostum maupun simbol yang digunakan. Konsep pertunjukan disebut terinspirasi dari berbagai pertunjukan karnaval yang mereka lihat melalui media sosial. Bahkan pihak peserta kemudian menyampaikan penyesalan karena kurangnya literasi mengenai simbol yang mereka gunakan.

Di sinilah menurut saya terdapat pelajaran sosial yang cukup besar.

Jangan Asal Meniru Apa yang Kita Lihat

Kita hidup di zaman ketika informasi begitu mudah diperoleh.

Cukup membuka TikTok, Instagram, YouTube, Facebook, atau platform lainnya, berbagai macam bentuk kreativitas dari seluruh dunia dapat kita lihat.

Ada yang menarik.

Ada yang unik.

Ada yang lucu.

Ada yang ekstrem.

Ada yang terlihat keren.

Dan terkadang kita ingin menirunya.


Masalahnya, tidak semua yang terlihat menarik harus ditiru.

Sebuah simbol bisa memiliki sejarah.

Sebuah pakaian bisa memiliki makna.

Sebuah gerakan bisa memiliki pesan.

Sebuah ritual bisa memiliki latar belakang tertentu.

Sesuatu yang bagi seseorang hanya dianggap sebagai "kostum keren", bagi kelompok masyarakat lain mungkin memiliki makna yang sangat berbeda.

Maka menurut saya, kreativitas tetap membutuhkan literasi.

Kreatif saja tidak cukup.

Kita juga harus memahami apa yang sedang kita tampilkan.

Inilah Pentingnya Literasi Budaya

Fenomena Pekalongan ini mengingatkan saya bahwa literasi tidak hanya berarti kemampuan membaca tulisan.

Kita juga perlu memiliki literasi budaya dan literasi simbol.

Anak-anak kita hari ini sangat mudah mendapatkan berbagai informasi dari internet. Mereka dapat melihat budaya Korea, Jepang, Amerika, Eropa, bahkan berbagai subkultur yang sebelumnya mungkin tidak pernah mereka kenal.

Hal tersebut bukan berarti semuanya harus dijauhi.

Tetapi semuanya harus dipahami dan disaring.

Dalam konteks pendidikan, di sinilah guru memiliki peran.

Guru IPS tidak hanya mengajarkan materi di dalam buku teks.

Guru juga perlu mengajak peserta didik membaca fenomena nyata di lingkungan mereka.

Ketika melihat sebuah tren di media sosial, jangan hanya bertanya:

"Keren atau tidak?"

Tetapi juga:

"Apa maknanya?"

"Dari mana asalnya?"

"Nilai apa yang dibawanya?"

"Apakah sesuai dengan norma masyarakat kita?"

"Apa dampaknya jika ditiru?"

Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti itu menurut saya jauh lebih mendidik.

Kebebasan Berekspresi Tetap Memiliki Batas

Saya termasuk orang yang menghargai kreativitas.

Seni membutuhkan ruang untuk berkembang.

Karnaval juga merupakan salah satu bentuk ekspresi masyarakat.

Tetapi kebebasan berekspresi tidak berarti bebas dari nilai dan tanggung jawab.

Apalagi ketika sebuah pertunjukan dilakukan di ruang publik dan disaksikan oleh masyarakat dari berbagai usia.


Pihak pemerintah daerah sendiri kemudian menyampaikan bahwa kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi. Salah satu pertimbangannya adalah bahwa pertunjukan di ruang publik harus tetap memperhatikan norma, kultur, adat, dan kebiasaan masyarakat setempat.

Menurut saya, ini merupakan sikap yang tepat.

Bukan berarti kreativitas harus dimatikan.

Justru kreativitas perlu diarahkan agar tetap kreatif tanpa kehilangan identitas dan nilai.

Apalagi Jika Dikaitkan dengan Maulid Nabi

Bagian ini yang menurut saya paling mengundang perenungan.

Jika sebuah kegiatan berada dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tentu semangat yang ingin dibangun idealnya adalah kecintaan kepada Rasulullah, keteladanan akhlak beliau, persaudaraan, dan nilai-nilai kebaikan.

Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak.

Maka menurut saya, ketika kita membuat sebuah kegiatan dalam suasana Maulid Nabi, seharusnya kreativitas yang ditampilkan juga sebisa mungkin membawa manusia kepada nilai-nilai kebaikan.

Bukan justru membuat masyarakat bingung dengan simbol dan adegan yang bertentangan dengan suasana keagamaan.

Bahkan jika pembuatnya tidak memiliki maksud satanik sekalipun, sebuah pertunjukan tetap perlu mempertimbangkan bagaimana masyarakat akan memaknai apa yang mereka lihat.

Sebab dalam kehidupan sosial, bukan hanya niat yang penting.

Ada pula dampak dan persepsi publik.

Belajar dari Sebuah Polemik

Saya tidak ingin buru-buru memberikan vonis kepada orang-orang yang terlibat dalam karnaval tersebut.

Saya juga tidak ingin mengatakan bahwa mereka pasti melakukan ritual satanisme.

Fakta yang muncul justru menunjukkan bahwa pihak peserta membantah adanya maksud ritual satanik dan menjelaskan bahwa mereka tidak memahami makna dari simbol yang digunakan.

Namun, justru di situlah letak pelajarannya.

Ketidaktahuan terhadap makna sebuah simbol ternyata dapat menimbulkan persoalan besar.

Apa yang awalnya mungkin dimaksudkan sebagai hiburan dan kreativitas akhirnya menjadi polemik nasional.

Maka, sebelum menggunakan sesuatu yang kita lihat di internet, ada baiknya kita bertanya terlebih dahulu:

Apa ini?

Dari mana asalnya?

Apa maknanya?

Nilai apa yang terkandung di dalamnya?

Apakah sesuai dengan agama, budaya, dan norma masyarakat kita?

Kalau belum tahu jawabannya, mungkin lebih baik kita mencari tahu terlebih dahulu.

IPS Mengajarkan Kita untuk Tidak Sekadar Menonton

Fenomena seperti ini sebenarnya sangat menarik jika dibawa ke ruang kelas.

Peserta didik dapat diajak menganalisisnya dari berbagai sudut pandang:

Sosiologi: bagaimana masyarakat memberikan respons terhadap sebuah fenomena?

Budaya: bagaimana proses akulturasi dan masuknya budaya dari luar melalui media sosial?

Geografi: bagaimana perkembangan teknologi membuat interaksi antarruang semakin mudah?

Ekonomi: bagaimana kreativitas masyarakat dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi dan industri kreatif?

Pendidikan: bagaimana pentingnya literasi digital dan literasi budaya bagi generasi muda?


Inilah yang saya maksud ketika mengatakan bahwa IPS bukan sekadar hafalan.

Masyarakat adalah laboratorium IPS yang sangat luas.

Setiap fenomena yang terjadi dapat menjadi bahan pembelajaran.

Termasuk sebuah karnaval.

Pada Akhirnya...

Saya tidak sedang menghakimi.

Saya hanya sedang belajar membaca sebuah fenomena.

Dari peristiwa ini saya semakin yakin bahwa kreativitas harus berjalan bersama literasi, kebebasan harus berjalan bersama tanggung jawab, dan kemajuan zaman harus tetap berjalan bersama nilai.

Jangan sampai karena ingin terlihat unik, kita justru menggunakan simbol yang tidak kita pahami.

Jangan sampai karena ingin mengikuti tren, kita kehilangan identitas.

Dan jangan sampai karena terlalu mudah percaya pada apa yang terlihat di media sosial, kita lupa untuk bertanya:

"Apa makna sebenarnya?"

Sebagai guru IPS, saya melihat peristiwa ini bukan hanya sebagai sebuah kontroversi.

Saya melihatnya sebagai sebuah pelajaran sosial.

Pelajaran tentang budaya.

Pelajaran tentang media sosial.

Pelajaran tentang literasi.

Pelajaran tentang kebebasan berekspresi.

Dan yang paling penting, pelajaran tentang bagaimana kita seharusnya menjadi manusia yang mampu berpikir sebelum mengikuti.

Karena tidak semua yang viral harus ditiru.

Tidak semua yang unik harus digunakan.

Dan tidak semua yang terlihat keren berarti baik.

Saring sebelum sharing.

Pahami sebelum meniru.

Berpikir sebelum bertindak.


Itulah salah satu bentuk literasi yang menurut saya sangat penting bagi generasi kita hari ini.


Wallahu'alam

Jumat, 25 April 2025 0 komentar

Pengaruh Letak Geografis Indonesia terhadap Kehidupan Sosial dan Ekonomi Masyarakat

Pengaruh Letak Geografis Indonesia terhadap Kehidupan Sosial dan Ekonomi Masyarakat

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang secara geografis terletak di antara dua benua, yaitu Asia dan Australia, serta dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Letak ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat strategis, baik dari segi sosial, ekonomi, budaya, maupun politik. Letak geografis ini membawa dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

Secara astronomis, Indonesia terletak di antara 6° Lintang Utara hingga 11° Lintang Selatan dan 95° Bujur Timur hingga 141° Bujur Timur. Letak ini menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropis yang ditandai dengan dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kondisi ini sangat memengaruhi kegiatan pertanian masyarakat, karena sebagian besar masyarakat Indonesia masih bergantung pada sektor ini.

Letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa menjadikan wilayah ini memiliki curah hujan yang tinggi dan sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun. Hal ini membuat tanah Indonesia subur dan cocok untuk berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura. Daerah pegunungan dan dataran tinggi banyak dimanfaatkan untuk perkebunan teh, kopi, sayuran, dan buah-buahan, sedangkan daerah dataran rendah lebih dominan untuk pertanian padi dan palawija.

Dari sisi kelautan, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai sepanjang lebih dari 80.000 km. Kondisi ini sangat mendukung pengembangan sektor perikanan dan kelautan. Banyak masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut, seperti nelayan, pedagang ikan, dan pengelola budidaya laut. Selain itu, Indonesia juga berada di jalur perdagangan internasional yang menghubungkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Pasifik. Pelabuhan-pelabuhan besar seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Belawan menjadi pintu gerbang kegiatan ekspor dan impor nasional.

Letak strategis Indonesia juga mendukung pengembangan sektor pariwisata. Iklim tropis, keindahan alam, dan keanekaragaman budaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di dunia. Bali, Yogyakarta, Raja Ampat, dan Danau Toba hanyalah beberapa contoh dari sekian banyak lokasi wisata yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Sektor pariwisata tidak hanya berdampak pada pendapatan nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Dari sisi sosial, letak geografis Indonesia yang berada di tengah jalur perdagangan dunia menjadikan negara ini sebagai tempat pertemuan berbagai bangsa dan budaya sejak masa lampau. Proses akulturasi dan asimilasi budaya berlangsung secara alami dan membentuk keragaman budaya yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia terbiasa hidup berdampingan dalam perbedaan, baik suku, agama, bahasa, maupun adat istiadat. Hal ini memperkuat nilai toleransi dan gotong royong yang menjadi identitas bangsa.

Namun, letak geografis Indonesia juga membawa tantangan yang tidak sedikit. Negara ini berada di wilayah Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), yang membuatnya rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami. Bencana-bencana ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerugian ekonomi yang besar serta kerusakan infrastruktur. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap mitigasi bencana dan memperkuat sistem tanggap darurat.

Tantangan lainnya adalah ketimpangan pembangunan antarwilayah. Beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jawa dan Bali, mengalami pembangunan yang pesat, sementara wilayah lain seperti Papua dan Nusa Tenggara masih tertinggal. Aksesibilitas yang sulit, infrastruktur yang terbatas, dan sumber daya manusia yang belum merata menjadi faktor-faktor penyebab ketimpangan ini. Pemerataan pembangunan menjadi salah satu prioritas utama agar seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat dari letak geografis yang strategis ini.

Letak geografis Indonesia juga membuka peluang besar dalam bidang geopolitik dan kerja sama internasional. Indonesia menjadi anggota berbagai organisasi regional dan internasional seperti ASEAN, G20, dan APEC. Dengan posisi strategisnya, Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong kerja sama ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara.

Pengaruh Letak Geografis di Wilayah Bojonggambir, Tasikmalaya

Dampak letak geografis Indonesia juga sangat terasa di wilayah Bojonggambir, Kecamatan yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Wilayah ini berada di daerah perbukitan dan pegunungan, dengan curah hujan yang cukup tinggi dan udara yang relatif sejuk. Hal ini menjadikan Bojonggambir cocok untuk sektor pertanian dan perkebunan.

Masyarakat Bojonggambir banyak yang menggantungkan penghasilan dari hasil bumi, seperti kopi, teh, singkong, serta aneka sayuran. Letak geografis yang berada di daerah dataran tinggi menjadikan lahan pertanian di sini cukup subur dan produktif. Selain itu, potensi wisata alam seperti kebun teh dan curug juga mulai dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.

Namun, tantangan juga dirasakan oleh masyarakat Bojonggambir, terutama dalam hal aksesibilitas dan pembangunan infrastruktur. Jalan yang berliku dan belum sepenuhnya mulus menjadi kendala dalam distribusi hasil pertanian maupun pariwisata. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan dan mengoptimalkan potensi geografis yang dimiliki.

 


Kesimpulan

Letak geografis Indonesia memberikan dampak yang sangat luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Potensi besar yang dimiliki harus diimbangi dengan upaya pengelolaan yang bijaksana, pemerataan pembangunan, serta peningkatan sumber daya manusia. Dengan demikian, letak geografis Indonesia tidak hanya menjadi keuntungan secara alamiah, tetapi juga menjadi kekuatan strategis untuk membawa bangsa ini menuju kesejahteraan dan kemajuan yang berkelanjutan.

 

Senin, 07 April 2025 0 komentar

Sejarah Pembentukan Bumi: Dari Teori Kabut hingga Lempeng Tektonik



Sejarah Pembentukan Bumi: Dari Teori Kabut hingga Lempeng Tektonik

1. Pendahuluan

Pembentukan Bumi merupakan topik penting dalam geologi dan astronomi. Prosesnya tidak terjadi secara instan, melainkan melalui tahapan yang panjang selama miliaran tahun. Para ilmuwan telah mengajukan berbagai teori untuk menjelaskan asal-usul planet yang kita huni ini.

2. Asal Usul Tata Surya

Salah satu teori utama mengenai pembentukan tata surya adalah Teori Kabut (Nebular Hypothesis). Menurut teori ini, tata surya terbentuk dari awan besar gas dan debu kosmik yang berputar. Karena gaya gravitasi, kabut ini memadat, lalu membentuk Matahari di pusatnya. Sisa material di sekitarnya bergabung menjadi planet-planet, termasuk Bumi.

3. Proses Terbentuknya Bumi

Setelah terbentuk, Bumi mengalami tahap diferensiasi. Material berat seperti besi dan nikel turun ke pusat, membentuk inti bumi. Sementara material yang lebih ringan naik ke permukaan dan membentuk kerak bumi. Proses ini membagi struktur bumi menjadi tiga lapisan utama: inti, mantel, dan kerak.

Perlahan, suhu Bumi mendingin dan atmosfer mulai terbentuk dari gas-gas hasil letusan gunung berapi. Uap air kemudian mengembun dan membentuk lautan, menciptakan kondisi awal bagi kehidupan.

4. Teori Lempeng Tektonik dan Pergerakan Benua

Alfred Lothar Wegener, seorang ahli meteorologi dan geofisika, memperkenalkan teori pergeseran benua pada awal abad ke-20. Ia berpendapat bahwa semua benua dahulu menyatu dalam satu daratan besar bernama Pangea. Seiring waktu, daratan ini terpecah dan bergeser membentuk benua-benua seperti yang kita kenal sekarang.

Teori ini kemudian berkembang menjadi Teori Lempeng Tektonik, yang menjelaskan bahwa permukaan Bumi terdiri dari lempeng-lempeng besar yang terus bergerak. Gerakan ini menyebabkan gempa bumi, pembentukan gunung, dan aktivitas geologi lainnya.

5. Pentingnya Mempelajari Sejarah Bumi

Mempelajari proses pembentukan Bumi membantu manusia memahami sejarah planet ini dan fenomena alam yang terjadi hingga saat ini. Ilmu ini juga membantu manusia mengantisipasi bencana alam dan menjaga keseimbangan lingkungan.


Kamis, 30 Juni 2022 0 komentar

Wisata Gunung Demang yang Cantik dan Menawan

Suasana di Gunung Demang

Bismillah
Assalaamu'alaikum

Selamat berjumpa kembali pembaca yang setia dimanapun anda berada. Semoga para pembaca semua senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin, dimudahkan rizkinya dan terhindar dari segala macam penyakit dan musibah. Aamiin.

Seperti biasa, kali ini saya ingin membagikan tentang tempat wisata yang sudah saya kunjungi tempo lalu yakni Wisata Gunung Demang, setelah sebelumnya saya sempat berkunjung ke tempat Wisata Kuliner Ikan Bakar Katineung. Tempat ini berada di kawasan Desa Mangkonjaya, Kecamatan Bojonggambir, setelah sebelumnya saya juga sudah menulis artikel tentang Wisata Kuliner yang Menggoda di wilayah ini. Perlu diketahui, bahwa wilayah Kecamatan Bojonggambir memiliki luas sekitar 169,29 km2, jumlah penduduk 39.722 jiwa, kepadatan penduduk 225 jiwa/km2 data ini menurut BPS Kab. Tasikmalaya tahun 2018. Kecamatan Bojonggambir memiliki 10 Desa, diantaranya;
1. Bojonggambir
2. Bojongkapol
3. Campakasari
4. Ciroyom
5. Girimukti
6. Kertanegla
7. Mangkonjaya
8. Pedangkamulyan
9. Purwaraharja
10. Wandasari


Nah, tempat wisata yang saya akan bahas di postingan kali ini ialah tempat wisata Gunung Demang yang terletak di Desa Mangkonjaya. Jarak tempuh ke arah utara dari Desa Bojonggambir kurang lebih hanya berjarak 1 km saja. Sedangkan dari Rumah Makan Ikan Bakar Katineung ke arah selatan hanya berjarak krang lebih 1km. Sedangkan dari pusat Kab. Tasikmalaya yang berada di Kec. Singaparna berjarak tempuh kurang lebih 72km dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam dengan kecepatan rata-rata kendaraan 50 km/jam.

Alhamdulillah saya beserta keluarga diizinkan kembali oleh Allah untuk bisa berwisata ke tempat ini. Yang saya sendiri baru 2 kali berkunjung kesini, dan alhamdulillah sesuai ekspektasi, tempatnya sekarang lebih diperbarui lagi. Banyak wahana spot foto, dan tempat duduk yang nyaman. Sekedar menghilangkan penat atau jalan-jalan bersama keluarga di akhir pekan atau di waktu liburan kali ini sangatlah recomentded pokoknya. Kalau lapar para pembaca bisa membeli makanan karena disini tersedia warung jajanan, kalau pembaca yang suka menyanyi disini juga disediakan tempat karaoke yang outdor berbaur dengan suasana alam yang sejuk dan nyaman pokoknya mantab banget apalagi berduet dengan istri atau sahabat mungkin. Ah itu momen yang tak akan terlupakan pastinya.

Jika para pembaca sudah siap sedia makanan berat atau ringan yang dibawa dari rumah, disini juga sudah disediakan saung yang nyaman dan lumayan luas lah untuk botram bareng bersama keluarga tercinta. Oy untuk retribusi masuk ke tempat ini hanya 3K untuk dewasa dan 2K untuk anak-anak. Murah banget lah segitu mah. Itu juga untuk pengembangan dan perawatan tempat ini, jadi ikhlaskan untuk bayar ya jangan selonong masuk gitu aja, berbagi itu indah dan berkah kepada pihak pengelola.he... Oy pihak pengelola juga merupakan pemuda-pemudi karang taruna Desa Mangkonjaya, dan lahannya pun merupakan milik Desa Mangkonjaya, jadi bukan milik perorangan.

Spot foto disini sangat instagramable dan facebookable, alah maksa banget ya padanan katanya. Haa...
Pokoknya mantebb, kemarin kebetulan cuaca di sore harinya cerah jadi bagus untuk foto-foto kita juga bisa melihat sunset yang mempesona, kalau pagi hari cerah bisa juga melihat sunrise yang cantik dan menawan, tapi itu juga tergantung cuaca dan suhu sekitar. Bilamana berawan, mendung, berkabut dan hujan maka kurang bagus untuk mengambil foto. Saya sarankan ketika cerah saja ya, soalnya kalau rada-rada mendung dan sedikit berkabut viewnya kurang bagus dan jalannya pasti licin dan lengket, karena ya di dataran tinggi seperti ini tanahnya itu lengket dan berwarna merah kebanyakan. 

Oy jalan menuju ke ataspun sudah di semen sekarang, tidak seperti saya pertama kali berkunjung kesini yang masih tanah merah nan lengket, jadi kendaraan bermotor bisa naik dengan nyaman dan aman. Oy bila para pembaca membawa kendaraan beroda empat bisa diparkir di bawah, tenang ada petugas parkir ko di bawah jadi InsyaAllah aman. Dan para pembaca bisa naik dengan berjalan kaki ya sekitar 5 menitan sudah nyampe.

Sekian mungkin postingan mengenai Gunung Demang yang cantik dan menawan. Semoga bermanfaat dan silahkan share kepada yang lainnya, jangn sungkan.he. 
Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penulisan..
Wassalaam...
Salam kebahagiaan dari saya sekeluarga
Al_Mala Family

Berikut ini foto-foto tempat wisata Gunung Demang yang saya kunjungi bersama keluarga tempo lalu










Berikut videonya



Baca Juga

Jumat, 10 Juni 2022 0 komentar

PERAIH NILAI TERTINGGI PAT T.P. 2021/2022 MATA PELAJARAN PPKn

Sumber foto : Google


PERAIH NILAI TERTINGGI PAT T.P. 2021/2022 MATA PELAJARAN PPKn Kelas VIII di MTs Al-Ishlah Bojonggambir

Selamat dan tetap semangat berkompetisi dalam meraih prestasi



Sabtu, 28 Mei 2022 0 komentar

PAT T.P. 2021/2022 Berbasis Android

PAT T.P. 2021/2022 Berbasis Android

Salah seorang siswa MTs Al-Ishlah Bojonggambir (Kaffila Dharma Ramadhan) sedang mengerjakan soal lewat google form

Bismillah

Assalaamu'alaikum

Selamat berjumpa kembali pembaca yang budiman, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin oleh Allah SWT. Aamiin

Tak terasa ya sekarang sudah berada dipenghujung waktu, dimana peserta didik yang saat ini mengenyam pendididikan akan melanjutkan jenjang ke tingkat yang lebih tinggi. Dari mulai tingkat PAUD/TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMK/MA, dan perguruan tinggi sampai meraih gelar yang diinginkan. Tentunya naik tingkatnya jenjang pendidikan seseorang adalah hal yang wajar artinya wajib dikejar. Dan hal yang wajar pula karena WAJAR merupakan program pemerintah untuk mengentaskan kebodohan, supaya rakyat Indonesia semuanya bisa melek huruf dan melek teknologi, upayanya yakni dengan menempuh minimal WAJAR ialah Wajib Belajar selama 12 tahun. Pendidikpun yang sudah mengajar dan mendidik peserta didik di sekolah, tentunya masih wajib belajar dengan mengikuti kegiatan seminar, workshop dll. Sekarang sedang populer seminar online. Ya intinya kita harus lebih dan lebih lagi dalam belajar jangan pernah merasa puas dengan pencapaian saat ini. Kita harus haus akan ilmu pengetahuan, dimanapun dan kapanpun. Karena pendidik jangan sampai ketinggalan dari peserta didik, pendidik harus lebih hebat dari platform google yang memberikan pelayanan pencarian kata terpopuler saat ini. Itulah seorang pembelajar sejati.

Sejatinya, pendidikan di zaman sekarang sangat harus diperhatikan dan dipentingkan untuk kehidupan kita di masa depan. Seorang sarjana Bahasa Indonesia pertama yang menggunakan nama Indonesia, seorang yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan yakni Ki Hajar Dewantara atau nama aslinya R.M. Soewardi Surjaningrat yang menyampaikan semboyan yg paling fenomenal yakni tut wuri handayani, ing ngarsa sang tuladha, dan ing madya mangun karsa yang artinya di depan, seorang pendidik harus bisa menjadi teladan, di tengah murid, pendidik harus bisa memberikan ide, dan di belakang, seorang pendidik harus bisa memberikan dorongan. Direlevansikan dengan zaman ini, dimana globalisasi & modernisasi yg mulai merambah ke berbagai pelosok negeri. Maka tujuan dan harapan dari seorang pendidik dan peserta didik semestinya senada yakni ingin meningkatkan generasi yang unggul. Ketika sudah unggul maka seseorang akan belajar untuk mandiri, mandiri dalam aspek yang dia sukai dan tekuni yg akhirnya akan mendapatkan value yg diinginkan berupa kesuksesan materi dan kepuasaan diri. Unggul itu tidak hanya dalam IQ (Intelegensi Quality) yang harus mumpuni, tapi dalam SQ, EQ, HQ, TQ harus juga hebat dan berkualitas. SQ (Spiritual Quality), EQ (Emosional Quality), HQ (Health Quality), TQ (Technology Quality). Ketika moral beretika menjadi bingkai jati dirimu, maka cerdas berinovasi akan jadi kemasan masa depanmu. Itulah tujuan kita bersama, dan cita-cita NKRI yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yakni "....mencerdaskan kehidupan bangsa".

Salah satu imam besar umat islam yakni Imam Syafi'i pernah berkata "Jika Kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan". Semoga kita tidak pernah lelah untuk belajar dan terus belajar. Ilmu itu datangnya dari Allah, jadi niatkan segala sesuatu karena Allah. Belajar di sekolah bersama guru dan teman sebaya itu merupakan perantara atau jembatan untuk menuju satu tujuan yakni mencerdaskan kehidupan kita dan lingkup luasnya bangsa dan negara. Membangun peradaban yang beradab dan cerdas, itulah hal yang kita ingingkan. 

MTs Al-Ishlah Bojonggambir berupaya mencetak generasi yang unggul dan berkualitas, salah satu bentuk upaya yg dilakukan ialah dengan menyelenggarakan Penilaian Akhir Tahun Berbasis Android. Program ini merupakan program tahunan yg selalu dilaksanakan atas instruksi dari pemerintah pusat. Sebelumnya kegiatan ini bernama UKK (Ulangan Kenaikan Kelas) ketika KTSP masih berlaku. Namun redaksinya sekarang menjadi PAT (Penilaian Akhir Tahun) sesuai dengan Kurikulum 2013 yang sudah ditetapkan. Mungkin ketika berganti kebijakan kurikulum baru di tahun 2022 yakni Kurikulum Merdeka yang sedang diuji coba di sekolah negeri saat ini dan belum di implementasi oleh madrasah, akan berganti lagi namanya. Tidak aneh memang, itu memang sudah lumrah. 

PAT maupun UKK tujuannya sama saja yakni ingin mengetahui sejauh mana pencapaian kemampuan kognitif peserta didik selama 1 semester yang nantinya di evaluasi dan diolah menjadi nilai Rapor yang selalu dibagikan kepada siswa ketika Kenaikan Kelas oleh wali kelas atau guru yang bersangkutan. Pelaksanaan PAT di MTs Al-Ishlah Bojonggambir kali ini sama dengan UM sebelumnya, yang pelaksanaannya berbasis Android artinya peserta didik tidak menggunakan kertas dan pensil dalam menjawab soal PAT yang diberikan. Peserta didik dapat memanfaatkan teknologi yang sudah menjamur di hampir semua kalangan usia yakni lewat Smartphone dengan OS Android sebagai alat untuk mengisi lembar jawaban yang tersedia dalam google form yg sudah terisi oleh beberapa pertanyaan multiple choice atau pilihan ganda dan Essay atau uraian. Peserta didik yang kebetulan belum mempunyai gawai atau Smartphone, pihak sekolah senantiasa memberikan fasilitas berupa penggunaan laptop dan gawai yang sudah disediakan, sehingga peserta didik tidak lagi ada yang tidak mengerjakan soal PAT. Semua siswa yang berjumlah 225 Alhamdulillah mengerjakan soal via laptop maupun smartphone yg sudah tersedia. Bagaimana mengenai koneksi jaringan? Jaringan atau signal alhamdulillah bagus dan bisa dikondisikan, semua provider bisa digunakan disini, jaringan wifipun bisa diandalkan. Namun, memang ketika padam listrik signal akan sedikit terganggu, tapi alhamdulillah disini sekarang pemadaman listrik jarang terjadi. Soal seluruh mata pelajaran yang tertuang dalam google form yang tadi telah diisi oleh peserta didik sangat membantu tenaga pendidik dalam penghitungan nilai secara digital, jadi itulah tujuan dari kegiatan pembelajaran dan evaluasi yaitu dilaksanakan seefektif dan seefisien mungkin namun hasilnya maksimal. 

Alhamdulillah, memang pendidikan itu harus diupayakan dinamis maju jangan terpaku dengan metode yang sudah baku di awal. Penggunaan android memang harus jadi referensi saat ini, berkaca dari kejadian yang melanda di tahun sebelumnya yakni musibah Covid-19 dimana pembelajaran saat itu sempat terkendala masalah tatap muka, lock down dan lain sebagainya yg terjadi hampir selama 2 tahun. Hal itu menjadikan sekolah beralih yang tadinya metode tatap muka berganti menjadi tatap layar laptop dan ponsel atau Daring. Berpacu juga dari metode penggunaan teknologi oleh para pendidk sesuai arahan dari Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan senada juga dengan menteri Agama Pak Yaqut, maka MTs Al-Ishlah berupaya untuk melaksanakan kesesuai program dengan kondisi di lokasi. Meski madrasah disini berlokasi di pedesaan tapi antusiasme dalam terealisasinya PAT berbasis android ini bisa dilaksanakan dengan baik. Kepala madrasah (Ibu Cicih Runtasih, S.Pd.) yang senantiasa memberikan kebijakan dan dorongan yg positif dan konstruktif, Dewan guru yang selalu ingin memberikan pelayanan yg terbaik dan profesional bagi peserta didik, staff TU yg berjibaku membantu kebutuhan guru dan peserta didik, serta pihak orangtua/wali siswa yg kooperatif demi suksesnya pelaksanaan PAT berbasis Android ini. PAT berbasis Online ini bertujuan mendorong penggunaan teknologi smartphone supaya digunakan maksimal oleh siswa dengan baik dan bijak dikhususkan dalam proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran, tentunya tujuan yang paling luas yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan meleknya teknologi dikalangan peserta didik. Berikut ini dokumentasi pelaksanaan PAT berbasis Android MTs Al-Ishlah Bojonggambir yang diketuai oleh Ibu Oop Sopiah, S.Hum.

Foto oleh Ibu Yulli Yulisman, S.Pd.

Foto oleh Alma Arif Iqbal N.

Foto oleh Ibu Oop Sopiah, S.Hum.


Foto oleh Alma Arif I.N.

Foto oleh Alma Arif I. N.

Sekian postingan dari saya, semoga bermanfaat dan bilamana ada tulisan yg kurang berkenan, mohon dikoreksi dan jangan segan untuk memberitahu saya sendiri di chat pribadi. Adapun aib atau kesalahan pribadi jangan disebarluaskan kepada khlayak banyak. Terima kasih...

Salam pembelajar dari saya. 

Alma Arif Iqbal Nurulhakim

Kamis, 26 Mei 2022 0 komentar

KISI-KISI PAT IPS Kelas 7 T.P. 2021/2022

KISI-KISI PAT IPS Kelas 7 T.P. 2021/2022


Bismillah

Assalaamu'alaikum

Selamat berjumpa kembali pembaca yang berbahagia. Berikut ini saya akan bagikan KISI-KISI PAT IPS Kelas 7 T.P. 2021/2022. Selamat membaca dan ditulis.


SUMBER BUKU

Silahkan buku sumber bisa di baca ataupun di download




https://bit.ly/E-Book_IPS_7 (Buku IPS Kelas 7) Download

Semoga bermanfaat

Wilujeng Sumping

Kebijakan Privasi

Kebijakan Privasi

Blog ini menghormati privasi Anda. Informasi pribadi yang kami kumpulkan, seperti nama dan email (jika Anda berkomentar), tidak akan disebarkan atau digunakan untuk tujuan lain tanpa izin Anda.

Kami menggunakan layanan pihak ketiga seperti Google AdSense yang mungkin menempatkan cookie di browser Anda untuk menampilkan iklan yang relevan.

Anda dapat mengatur preferensi iklan melalui pengaturan Google Ads: https://adssettings.google.com.

 
;
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda di Blog Sederhana Ini, Semoga Berkenan dan Ada Manfaatnya, bagi yang mau memasang iklan produknya di blog saya ini silahkan hubungi no HP : 085223419416, Terima Kasih dan Salam Kebahagiaan Dari Saya :)