Halaman

Pages

Senin, 11 Juni 2012

Puisi

PUISI-PUISI PENUH CINTA


DI TENGAH MALAM


Malam ini ku ambil sebuah kuas dan kanvas kehidupanku
Kucoba untuk melukis
Lukisan cinta yang pernah ada
Tapi yang ada hanya coretan-coretan penyesalan

Tajamnya waktu tak bisa ditaklukan begitu saja
Padahal ku ingin memutar arah jarum waktu ke tempat dimana sang hati msh trtidur menungguku
Qodar itu memang ada
Tapi ku harap ini adalah qodo yang bisa oleh waktu dan kemampuan untuk merubahnya
Hati siapa yang bisa bertahan jika sang hati sudah ditawan

Semoga kau merasakan jeritan hati ini
SATU SAJAK UNTUKMU G. GALUNGGUNG

Waktu itu kau berteriak bagaikan dentuman bom nuklir
1982-1983 Selama 9 bulan kau seperti itu
Aku masih tertidur pulas di rahim sang bunda
Tak tahu apa-apa tak mengerti apa-apa
Tak mendengar teriakanmu yang keras

Bunda dan Ayahku masih ingat kala itu
Ketika kau meludahi kami dengan lahar panas yang mendidih
Amarahmu waktu itu menelan rumah
Memakan korban jiwa

G. Galunggung apakah kau akan marah kembali??
Meneriaki kami dengan ludah dan amarahmu yang mendidih
Mungin kau begini karena kesal dengan ulah manusia
Manusia yang tak seperti manusia

Kami harap emosimu mereda
Harapan dari semua umat
Umat yang tak ingin mengalami hal semacam itu
dan harapan kami tertuang lewat do'a kepada-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar